Tampilkan postingan dengan label الرجال حول الرسول. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label الرجال حول الرسول. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Oktober 2012

خالد بن وليد رضي الله عنه


IA SELALU WASPADA, DAN TIDAK MEMBIARKAN
ORANG LENGAH DAN ALPA

Keadaannya memang aneh. Dia lah yang dulunya menjadi pembunuh kejam yang menggentarkan Kaum Muslimin dalam perang Uhud, kemudian ia pula yang jadi komandan perang yang mengecutkan hari setiap penentang Islam di belakang hari … !
Marilah kita ceriterakan kiaahnya dari bermula. Tetapi dari permulaan yang mana, ya? Karena ia sendiri hampir tak tahu di mana kehidupannya bermula, kecuali di hari itu, di mana ia bersalaman dan berjabatan tangan dengan Rasulullah, berjanji dan bersumpah setia ….
Kalau sekiranya ia mampu, ia ingin sekali mengikia habis dari sejarah hidupnya semua periatiwa dan kejadian di hari-hari dan tahun-tahun yang telah berlalu ….
Kalau begitu, marilah kita mulai saja dari periatiwa yang me­ngesankannya . . . , saat-saat gemilang yang membahagiakan, di mana kalbunya tunduk kepada Allah, jiwanya menemukan Sentuhan rahmat Allah Maha Rahman, Tuhan yang daripadaNya datang segala rahmat karunia. Jiwanya memancarkan kerinduan kepada Agama-Nya, kepada Rasul-Nya dan kepada keinginan mempertaruhkan nyawa sebagai syahid dalam membela kebenaran guna menanggalkan dan membuang jauh-jauh dari pundaknya semua dosa dan kekeliruannya di masa yang lalu dalam mempertahankan yang bathil.
Di suatu hari ia melakukan dialog dengan dirinya pribadi dan menggunakan fikiran sehat untuk merenungkan Agama baru, Yang panji-panji kebenarannya selalu bertambah cemerlang hari demi hari, semakin tinggi menjulang. Ia bermohon kepada Allah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib, kiranya Ia mengulur­kan jalan petunjuk . . . , lalu bercahayalah ke dalam hatinya keyakinan yang menggembirakan. Ia berkata kepada dirinya: “Demi Allah, sungguh telah nyata bukti-buktinya … !

مصعب بن عمير رضي الله عنه

DUTA ISLAM PERTAMA


Mush’ab bin Umair salah seorang di antara para shahabat Nabi. Alangkah baiknya jika kita memulai kisah dengan pribadi­nya: Seorang remaja Quraisy terkemuka, seorang yang paling ganteng dan tampan, penuh dengan jiwa dan semangat kepe­mudaan.
Para muarrikh dan ahli riwayat melukiskan semangat kepe­mudaannya dengan kalimat: “Seorang warga kota Mekah yang mempunyai nama paling harum”.
Ia lahir dan dibesarkan dalam kesenangan, dan tumbuh dalam lingkungannya. Mungkin tak seorang pun di antara anak-anak muda Mekah yang beruntung dimanjakan oleh kedua orang tuanya demikian rupa sebagai yang dialami Mush’ab bin Umair.
Mungkinkah kiranya anak muda yang serba kecukupan, biasa hidup mewah dan manja, menjadi buah-bibir gadis-gadis Mekah dan menjadi bintang di tempat-tempat pertemuan, akan meningkat sedemikian rupa hingga menjadi buah ceritera tentang keimanan, menjadi tamsil dalam semangat kepahlawanan?
Sungguh, suatu riwayat penuh pesona, riwayat Mush’ab bin Umair atau “Mush’ab yang baik”, sebagai biasa digelarkan oleh Kaum Muslimin. Ia salah satu di antara pribadi-pribadi Muslimin yang ditempa oleh Islam dan dididik oleh Muhammad saw.
Tetapi corak pribadi manakah … ?
Sungguh, kisah hidupnya menjadi kebanggaan bagi kemanaiaan umumnya.